Global Warming as a Global Warning

2 Hari Untuk Seadanya

Maju membelakang

Disaat orang orang menghadapi hidup mereka dengan menghadap kedepan, aku membelakangi jalan depanku dengan maju membelakang. Ga tau jalan apa yang sedang aku pijak, aku menikmati membelajari apa yang telah aku perbuat, kebodohan dan semua kesalahan yang pernah aku lakukan.

Ga tau juga kenapa, sekarang ini aku serasa mulai menuai apa yang aku tanam kemarin. Ehm semua terlalu cepat berbuah, bagus hanya saja buahnya jarang yang manis, jadi… aku sekarang kalang kabut buat cari bekal kedepan kaya apaan.

Ohhh… apa aku harus selalu mengeluh dan mempertanyakan kenapa aku begini..?? Aku ga tahu kapan aku benar2 menjadi 22, sedangkan dia yang 19 jauh lebih dewasa dan bijak dengan emosi yang tak jauh beda dengan kuh…

Iya ah, sekarang aku sudah harus tidak maju membelakang.. Yesterday is just ’was’ word, yes i did  but i won’t it. Search one that become my own main, grown up and will get nice result, perhaps.. but it must be down.

Just God and Jessus as my lord who pick me up on my deep side, it close to blank of happinees, actualy… Hix hix…

Sok Sad

kok bahagia ya…

Bulan agustus 2007 ini adalah bulan yang berantakan bagi aku…   Pertama seneng karena aku ulang tahun, aku habis itu aku jatuh berantakan karna ulahku sendiri, tapi malam ini aku seneng banget.. ya ga banget si tapi lumayan senang..

Barusaja aku menemui orang yang sekarang ini bisa aku anggap sebagai pahlawan gitu. Dia membantuku dalam keterjatuhanku.

Aku bahagia, tapi mudah2an tidak sedang jatuh cinta..

Tapi aku merasakan cinta.. mungkin..

Ternyata….

Terkadang menjadi dewasa itu tidak harus dengan pengalaman pribadi kita ya. Masalah yang di surhatin sama temen juga kadang bisa jadiin kita jadi lebih dewasa. Seperti misalkan sahabat kita yang mendadak datang dan menangis karena orang tuanya meninggal dunia. Atau misalkan tiba tiba teman datang lalu bengong dan ngomong kalo dia lagi hamil.

Apa yang harus kita lakukan waktu itu adalah salah satunya yaitu ikut terjun dalam masalah teman untuk membantu menyelesaikannya.

Pengalaman ikut basah dalam masalah seakan-akan kita ada di posisi teman kita, berpikir positif dan membaikan keadaan. Itu ternyata membuat kita bisa berpikir dewasa dengan sendirinya, karena bukan kita langsung yang menghadapi masalah kita.

Hidup ini memberikan keterpurukan untuk sebuah kesempurnaan….

Perjalanan 2 Malaikat ke Bumi

Pada suatu ketika Tuhan mengirimkan 2 malaikatnya kedunia ini secara tiba-tiba. Hari pertama malaikat-malaikat itu diturunkan di rumah keluarga yang kaya raya. Dan mereka diberi kamar tamu yang lumayan mewah oleh tuan rumah. Ketika malaikat-malaikat tadi sedang beristirahat malikat senior melihat dinding yang retak dikamar itu, lalu dia memperbaikinya. Keesokan harinya mereka diturunkan ke rumah keluarga miskin. Mereka diberi kamar utama oleh sang pemilik, dan tuan rumah memilih tidur diluar. Ke’esokkan harinya yang terjadi adalah sapi satu2nya dan sumber penghidupan keluarga miskin itu mati mendadak.

Melihat hal ini malaikat junior bertanya kepada malikat senior. Kamu ini bagai mana sih, kemarin di rumah orang kaya itu kamu memperbaiki tembok yang retak. Padahal keluarga itu punya uang yang sangat lebih untuk memperbaiki tembok itu kan. Lalu sekarang dirumah keluarga miskin ini kamu malah membuat sapi itu mati. Padahal ita adalah satu2nya penghidupan keluarga itu.

Malaikat senior menjawabnya dengan nada sabar. Waktu aku memperbaiki tembok yang rusak di rumah orang kaya itu, karena aku melihat ada timbunan emas didalamnya. Aku tidak ingin keluarga itu tergiur lagi oleh kekayaan dan kemewahan. Lalu kamu tahu apa yang terjadi dimalam hari ketika kita menginap di rumah keluarga miskin itu? Malam itu datang malaikat pencabut nyawa untu mengambil istri bapak miskin itu, lalu menyuruh malaikat itu untuk mecabut nyawa sapi itu saja.

Tuhan itu adil? atau, Tuhan itu adil!

Tuhan itu adil.

Peng-aku-an Aku Siapa Ini, Ingin

wuarrrggg

Menjadi diri sendiri seutuhnya sering aku sadari hal yang tidak sangat mudah untuk di praktekkan. Baru akhir-akhir ini, kemarin dulu aku menyadari bahwa yang selama ini aku lakukan dan yang sedang aku lakukan sekarang ini adalah cerminan dari siapa aku ini. Kata lain, aku sebenarnya sudah menjadi diri sendiri dari semua yang telah aku lakukan, termasuk sering tidak menyadari bahwa menjadi diri sendiri adalah hal yang tidak sangat mudah untuk dilakukan.
Aku sudah menjadi diri sendiri selama ini. Selanjutnya menyiapkan diri akan hantaman arus kehidupan yang tidak seperti jatuhnya air terjun. Aku ini air yang tidak ditempatkan di sungai seperti pada umumnya, tetapi aku hidup diantara sungai yang menuntutku untuk menjadi bagian sungai itu. “Anjing”, aku dipaksa oleh kehidupan. Dulu aku melakukannya, dan sekarang juga masih, bahkan sedang tetapi sudah mulai tidak melakukannya. Tidak nyaman untuk tidak menjadi diri sendiri, mengakui siapa aku ini pada kehidupan. Seperti kulit hitam mungkin, rambut keriting mungkin, dan tubuh pendek mungkin. Itu tidaklah penting dari yang orang tidak ketahui tentang aku. Aku bodoh dihapan orang karena aku tidak seperti orang itu. Aku lebih nyaman memiliki pemikiran sendiri akan sesuatu yang sedang aku pikirkan dalam pikiranku yang memikirkan diriku yang sedang berpikir. “Pikir”.
Orang lain itu anjing…Tidak tahu apa-apa tapi ikut menghujat. Bahkan mengumpat. Atau menjadi penghianat? Itulah orang lain bagiku, aku yang lebih suka berpikir negatif kepada orang lain terlebih dahulu, entah nantinya akan menjadi positif atau tidak. Narsis dan egois. Biar, aku bahagia kok… Aku hidup dalam hidupku yang hanya diriku saja yang menghargai diriku.
Aku menyaksikan diriku menangis akan ke’tidakan’ dalam hidupku
Aku menyaksikan pemermaluan diriku sendiri dari dan kepada orang lain
Aku menyaksikan penghinaan akanku yang tak tahu pada saat itu terjadi
Itu belum semua….
Menjadi yang tak diingini dan harus mensyukuri.
Ini adalah janjiku pada Tuhan dahulu kala, mungkin.
Tapi Dia adil.
Aku tahu Dia itu adil dan baik hati.
Lalu siapakah aku menurutku?
Aku adalah anak manusia yang tidak tahu apa apa tentang pemikiran orang lain yang ku anggap anjing…

ANJING

BABI

CELENG!!!

Aku puas menuliskan itu.
Aku tak butuh komentar atau saran serta kritik.
Aku butuh dukungan, hanya jika aku ingin….Tahu?
Amin.

aku sudah duapuluh dua

wow

delapan agustus dua ribu tujuh aku genap berumur dua puluh duatahu

tepatnya sekitar jam satu siang

apa yang telah aku lakukan setelah sekian lama menjadi diriku

kosong

kurasa hanya itu

aku sudah dibilang tidak remaja lagi

tapi apakah sudah dewasa ?

semoga saja sudah

aku masih meminta orang tua ku untuk uang

padahal mereka sudah mulai ber-uban banyak

 

aku ingin mengubah diriku yang sekarang ini

sudah saatnya berhenti bermimpi mungkin

tidak

jangan ada kata mungkin

mulai dua puluh dua ku aku harus selalu berkata yakin

 

bukan

 

mungkin

 

aku mau bangun

aku mau berubah menjadi lebih baik

dengan tidak memunafiki diriku yang lalu

aku tak mau kalo harus hanya berkata

aku tidak boleh mengandalkan teman selalu

harus bisa sendiri

 

hampir seperempat abad

banyak memori kehidupan

muak

manis

kentang

pahit

bahkan yang tidak mengesan di hati

 

tapi yang asik adalah

aku masih sering menanyakan hal yang lazim kenapa lazim

dan yang tak lazim kenapa tak lazim

itu lah a k u

a k u

 

a

 

k

 

u

 

a k u

 

 

Mudah tak mudah percaya

dan

tak mudah, mudah percaya

 

aku suka titik yang berkoma banyak untuk meragukan paragraf selanjutnya

 

hanya itu saja

 

dua dua

genap

 

aku suka

 

 

memang

 

 

I’m blue damn

Kiddy Day… Hallo!!

Look the ‘view’Tanggal 23 Juli 2007 adalah hari bersejarah berkelanjutan. Karena setiap tanggal itu akan dijadikan sebagi peringatan Hari Anak Internasianal. Bicara akan Hari Anak, aku jadi tertarik untuk sedikit berceloteh tentang kanak kanak.
Aku, dahulu kala waktu masih anak-anak mengalami banyak sekali kejadian yang sekarang jadi kenangan manis buat aku. Dulu waktu aku TK setiap pagi berangkat sekolah sampai pulang sekolah, nenekku selalu menjagaku. Dia mengantarku, menungguku dan menemaniku. Aku ingat dulu waktu aku lagi kepengen banget sekolah pagi, jam 6 aku ajak nenekku ke sekolah. Tahu kan, jam 6 di TK itu belum ada siapa2. Padahal kegiatan sekolah dimulai jam 8. Lalu untuk mengisi waktu, aku mengajak nenekku untuk bermain anjut-anjutan. Mainan keseimbangan yang harus dimainkan 2 orang. Aku naik pertama kali lau setelah aku naik di ujung yang berlawanan, nenekku naiklah di ujung satunya. Kemudian apa yang terjadi? Berat kami tidak seimbang, jadi nenekku jatuh terglebak ke belakang. Aku tertawa, wakakakakakakakakak… He he menyenangkan bukan. Lalu kisah selanjutnya yang masih aku ingat adalah waktu pagi hari aku diantar nenekku sekolah aku terjatuh dan menangis…. Nenekku menggendongku pulang untuk mencuci tanganku……..

Sekarang.. nenek sudah tidak bisa apa apa lagi..
Sudah berumur…
Hanya bisa menggerakkan separuh tubuhnya saja…
Kasihan nenek.. Aku tidak bisa berbuat apa apa…
Tapi aku sayang nenekku
Dia juga ibuku…….

Hix hix hix

Waktu SD aku sudah tidak dihantar nenek sekolah. Aku ingat pertama kali masuk sekolah, Bapakku yang menghantar ku. Itu hanya sekali dalam 6 tahun aku belajar di SD. Bapak sosok orang yang tak tertebak.. Tapi dia pernah memberikan hadiah ke aku.. Monyet2an yang bisa naik turun sendiri di tongkat yang panjang. Aku senang sekali waktu itu.. Itu terjadi waktu aku habis selesai mengikuti pesta natal di sekolah. Terima kasih Bapakku..

Ibuku menemaniku setiap aku pulang sekolah. TK, SD, SMP.. Sehabis pulang sekolah, aku pasto menunggu ibu pulang untuk bercerita tentang kejadian tadi di sekolah. Curhat gitu deh.. Aku selalu diperhatiin ibuku, mulai dari makan, baju, kebersihan dan yang lain. Waktu aku sakit, aku tuh bener2 butuh ibuku, apa lagi sekarang… AKu jauh dari ibuku…. Hix hix mama i miss u… Kalo aku lagi sakit pasti keingetan ibu, kalo lagi laper dan ga ada duit pasti inget ibu juga…. Itulah ibu ku..

Jadi aku cuma mau ucapin selamat hari anak buat semua ya..
Kalo kamu balik jadi anak2 lagi kamu mau masa kanak-kanak kamu seperti apa?

Faster to Climax, Faster To The end

Aku termasuk orang terburu-buru dalam banyak hal.
HASTY
Dalam membeli handphone. Sudah berulang kali aku tertipu waktu membeli handphone. Dulu aku menjual hp N-gage clasic seharga 1.300.000 rupiah. Padahal aku membeli hp itu seharga Rp. 1.200.000. Maklum waktu itu memang N-gage clasic sedang beranjak naik harganya. Jual hp buat ganti ke yang lebih bagus. Pengennya ganti Nokia 9210i biar kerenan dikit. Setelah nyadong sana sini akhirnya terkumpulah uang senilai Rp. 2.700.000. Lalu aku dan temanku pergi ke ‘Ramai’, lantai atas pusat jual beli HP. Disitu aku membeli hp 9210i. Dimulai dengan melihat-lihat, kemudian mengamati, meneliti kemudian menawar. Disapekati harga Rp. 2.400.000, dan aku belilah hp itu seharga yang disepakati.
Transaksi selesai dan kita beranjak pergi dari toko itu. Kemudian tak lama kemuadian baru kusadari kalo engsel layar dengan badan hp sudah soak alias seperti sudah pernah jatuh. Wah, ternyata aku tidak teliti. Aku terburu-buru untuk membelinya. Padahal disisi kanan kiri ada banyak penjual 9210i yang setelah aku amati memang lebih bagus. Kemudian karena aku gondog dan agak sedikit BT juga hp itu hanya bertahan 3 minggu di tanganku. Lalu aku jual ke tempat penjualan hp seharga Rp. 1.300.000. Aku rugi Rp. 1.100.000
Baru kemarin lagi aku berniat membeli hp cdma. Gaji pertama ku di UTY FM aku gunakan untuk membeli hp cdma seharga 450.000 rupiah. Dengan maksud bisa dijadikan modem buat internetan di kos. Tetapi setelah aku membelinya dan setelah aku mengamatinya di kos ternyata hp itutidak bisa conect internet. Wah, aku tertipu.
Aku selalu terburu-buru untuk hal yang ingin segera aku dapatkan. Walau sudah banyak pengalaman tetapi selalu saja terjadi seperti itu. Mungkin sudah habit. Pengalaman saja, untuk sesuatu hal yang kita harapkan sebisa mungkin jangan terlalu cepat mengambil keputusan sebelum kita menelitinya.

Halaman Berikutnya »